menu

Tampilkan postingan dengan label e-learning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label e-learning. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juli 2015

Kelebihan E-learning

Image result for kelebihan elearning
sumber gambar : www.ishaqmadeamin.com

Lee dan Owens (2004 : 191) mengatakan beberapa kelebihan e-learning sebagai berikut :
  1. Universal access, yaitu semua orang dapat mengakses web dengan web browser artinya semua orang dapat menyampaikan suatu materi dari mana saja dan kapan saja di seluruh dunia.
  2. Easy of use, internet dan intranet mudah digunakan, mudah dijangkau pengguna secara luas dengan pengalaman komputer yang terbatas sekalipun.
  3. Multimedia content, yaitu teknologi ini mendukung multimedia sehingga isinya dapat lebih menarik serta dapat memfasilitasi cara belajar pengguna dengan gaya belajar yang berbeda-beda.
Kelebihan e-learning juga dikemukakan Edwards (2012: 2) yaitu: (1) e-learning can provide an individualized experience, (2) e-learning can provide a safe harbor for learner mistakes, dan (3) e-learning can be a continuing source of reference information.

Senin, 29 Juni 2015

Karakteristik E-learning

Image result for karakteristik
sumber gambar : www.learn.or.id


Menurut Tafiardi (2005:91) karakteristik e-learning, antara lain adalah :
  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik; di mana pengguna dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
  2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks).
  3. Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials). Bahan ajar disimpan di komputer sehingga dapat diakses kapan saja dan di mana saja bila ada yang memerlukannya.
  4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan setiap saat dapat dilihat di komputer.  



Jumat, 26 Juni 2015

Prinsip Desain E-learning

Menurut Mayer (2009 : 270-271) ada tujuh prinsip dasar untuk dalam mendesain multimedia agar program e-learning berlangsung efektif yaitu:
  1. Prinsip multimedia, siswa belajar lebih baik dengan kata-kata dan gambar daripada dengan kata-kata saja.
  2. keterdekatan ruang, siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar yang terkait disajikan saling berdekatan daripada saling berjauhan.
  3. keterdekatan waktu, siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar yang terkait yang ada dilayar disajikan secara simultan (bersamaan) daripada bergantian.
  4. Prinsip koherensi, siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata, gambar atau suara tambahan ditiadakan daripada dimasukkan.
  5. Prinsip modalitas, siswa bisa belajar lebih baik dengan animasi dan narasi daripada animasi dan teks on-screen. 
  6.  Prinsip redundansi, siswa bisa belajar lebih baik dengan animasi dan narasi daripada animasi, narasi dan teks on-screen. 
  7. Prinsip perbedaan individual, pengaruh desain lebih kuat terhadap siswa dengan pengetahuan rendah dari pada siswa dengan pengetahuan tinggi.

Kamis, 25 Juni 2015

Model-Model Penyajian E-learning


Menurut The Concord Consortium (2001) ada sembilan karakteristik kunci model penyajian e-learning yang berkualitas, yaitu: (1) asynchronous collaboration, (2) explicit schedules, (3) expert facilitation, (4) inquiry pedagogy, (5) community building, (6) limited enrollment, (7) high quality material, (8) purposeful virtual spaces, dan (9) ongoing assessment.
sumber gambar : www.bensap.blogspot.com

Informasi yang diperoleh dari karakteristik model penyajian ­e-learning tersebut antara lain :(1) pengguna tidak harus mengakses e-learning secara bersamaan, (2) pengguna dapat melakukan sharing seputar pengalaman dan pemahamannya, (3) pembelajaran online harus dilaksanakan oleh orang yang memiliki kualifikasi khusus dalam pembelajaran online, (4) pengguna sebaiknya terdiri 12 sampai 25 orang di dalam suatu kelas agar mudah diatur dalam pembelajaran kolaboratif, (5) desainer melengkapi e-learning dengan berbagai media dengan cakupan yang luas, disertai petunjuk aktivitas pengguna sesuai gaya belajar yang berbeda, dan (6) penilaian online berlangsung secara berkelanjutan, dimana guru memperoleh bukti-bukti ketercapaian belajar dari pengguna melalui partisipasinya selama diskusi harian.

Rabu, 24 Juni 2015

E-learning

Pengertian E-learning

Cakupan pengertian e-learning yang cukup luas mengakibatkan banyak orang mendefinisikan e-learning dari berbagai sudut pandang. Salah satu definisi umum dari e-learning diberikan oleh Gilbert & Jones dalam Surjono (2011:2), yaitu: pengiriman materi pembelajaran melalui media elektronik seperti internet, intranet/ekstranet, radio, TV, CD ROM, dll. William Horton (2006:1) mendefinisikan e-learning sebagai penggunaan teknologi informasi dan komputer untuk menciptakan pengalaman belajar. Som Naidu mengatakan (2006:1) “E-learning is commonly referred to the intentional use of networked information and communications technology in teaching and learning”.
Sumber Foto : eazysafe.com
Victoria dalam Asmani (2011:129) menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun non formal yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) sebagai pengantar bahan ajar, interaksi, dan atau fasilitasi. Sementara itu Chaeruman (2008 : 31-32) menyatakan bahwa e-learning yang sesungguhnya adalah pemanfaatan TIK yang relevan sehingga memungkinkan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa, dimana guru lebih berperan sebagai fasilitator, mentor, pelatih, teman belajar dan siswa lebih berperan sebagai partisipan aktif, penghasil pengetahuan, pemecah masalah, serta berbagai pengetahuan sebagaimana layaknya seorang ahli atau pakar. 
Pada umumnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Televisi dan radio yang ditujukan untuk pendidikan juga bisa disebut dengan e-learning, namun umumnya e-learning dikatakan mencapai puncaknya setelah bersinergi dengan internet (internet based learning).